Beberapa kata ingin aku tulis di baris yang bersusun bercahaya ini, dalam setiap metafora jiwa yang bersenandung cinta, dengan nada minor ataupun mayor memetik irama dawai hati. Mungkin tak begitu seindah senja jingga, tak juga semegah atap 7 langit membiru. Namun tak pusing aku pikir apakah sajakku ini indah atau megah, karena engkau adalah terindah dan termegah untukku!
Selamat Datang...
✨ Selamat datang di sudut sunyi, tempat kata-kata belajar mengeja rasa.    |    Di sini, setiap bait adalah bisikan jiwa yang mencari tempat bermuara. ✨

.

Rabu, 14 Oktober 2026

Kau Pembawa Terang di Ujung Malam

Dengar bisikanku wahai pujakan hati,

Di tengah riak takdir yang terus membayang.

Rasa untukmu bukanlah sekadar mimpi,

Melainkan kehangatan yang tak ingin sirna menghilang.

 

Aku tahu kita berdiri di tanah yang gamang,

Di bawah bayang-bayang ikatan yang belum usai.

Namun ketahuilah, cintamu bagai fajar yang datang,

Menuntunku keluar dari malam yang sunyi dan sepi.

 

Tak pernah sedikit pun kau kumaksudkan jadi rahasia,

Atau sekadar singgah di balik pintu yang samar.

Jiwaku merindukanmu dengan segenap asa,

Ingin kubawa cintamu ke dalam ikatan yang murni dan benar.

 

Ingin kuhalalkan setiap dekap dan jemari,

Berjalan bersamamu di bawah ridho Semesta.

Menjadikanmu pendamping sah dalam ikatan suci,

Tanpa ada keraguan, tanpa ada duka atau rasa terpaksa.

 

Maafkan aku jika waktu membuatmu menanti,

Di antara bimbang yang kadang menguji kesabaran.

Bukan karena ragu akan rasaku padamu yang sejati,

Namun karena ada janji lama yang harus kuselesaikan dengan kebaikan.

 

Kau bukan sekadar pelarian atau penawar sepi,

Kau adalah belahan jiwa yang kutemukan di kemudian hari.

Menggetarkan sudut dada yang dulu sempat mati,

Memberi warna baru pada hidup yang hampir menyendiri.

 

Genggamlah tanganku, percayalah pada rasa ini,

Aku sedang berjuang mencari jalan yang terang.

Agar tak ada hati yang hancur dan terlukai,

Saat kubawa dirimu menuju rumah kita yang tenang.

 

Jangan ragukan ketulusan cinta yang kupunya,

Namamu selalu kusebut dalam setiap doa malamku.

Memohon agar takdir membukakan jalannya,

Untuk menyatukan kita dalam keabadian yang bersatu.

 

Tunggulah aku di ujung perjuangan rasa,

Sebab kebahagiaanmu adalah tujuan akhir langkahku.

Kuhalalkan cinta ini demi kehormatan dan asa,

Menjadikanmu satu-satunya ratu di masa depanku.

 

Hingga saat itu tiba, tetaplah di sisiku,

Menjadi pencerah di setiap gelisah yang melanda.

Cintaku padamu adalah janji yang takkan membeku,

Sebab padamulah, kukanjatkan seluruh sisa jiwa.



Thanks for reading: Kau Pembawa Terang di Ujung Malam