Di dalam rumah yang sunyi berlapis kenangan,
Kulihat bayangmu menyeduh
hangatnya malam.
Engkau istriku, wanita
penyabar dalam senyaman,
Menjaga janji yang dulu
terucap amat dalam.
Namun di luar sana, takdir menuliskan arah lain,
Mempertemukanku dengan
senyum seorang gadis.
Hadirnya menjelma hangat di
tengah malam yang dingin,
Mengukir rindu yang tak lagi
bisa terlaris.
Dua cinta tumbuh subur di dalam satu dada,
Satu mengikatku dengan
sejarah dan pengabdian,
Satu menarikku dengan gelora
dan asa,
Membuat jiwaku
terombang-ambing dalam ketakutan.
Langkahku terhenti di persimpangan yang tajam,
Istriku, tak mungkin kutoreh
luka di hatimu.
Telah banyak duka yang kau
telan diam-diam,
Menemaniku merangkak hingga
ke titik ini bersamamu.
Namun dia, kekasih baru yang amat kucintai,
Bukan sekadar bayangan fana
di pelupuk mata.
Nama dan bayangnya selalu
hadir memenuhi mimpi,
Menyalakan rasa yang tak
sanggup kubiarkan sirna.
Tak bisa kulepas jemari yang telah tertaut,
Pada istri yang memegang
kunci ikatan suci.
Namun merelakan dia pun
membuat jiwaku ciut,
Sebab padanya, seolah
kutemukan belahan jiwa sejati.
Aku berada di antara dua takdir yang berbenturan,
Bukan niatku bermain api di
balik dinding takdir.
Setiap malam kupintakan
petunjuk dalam keheningan,
Agar cinta tak menjelma
menjadi dosa yang memutar takdir.
Ingin rasanya kuhalalkan hubungan yang tercipta,
Menuntunnya berjalan di
bawah payung ketetapan.
Mengaitkan rasa dalam ikatan
yang direstui Semesta,
Tanpa harus menghancurkan
rumah yang telah terbangun perlahan.
Dua ketakutan membakar benak setiap waktu,
Takut menzalimi istri yang
setia tanpa jeda,
Atau melukai gadis manis
yang terlanjur bersamaku,
Menanti kepastian di antara
bimbang dan prasangka.
Di bawah langit malam yang menyaksikan bisikan,
Kupasrahkan rasa cinta yang
terbagi ini pada Sang Maha Cinta.
Mencari jalan terang dari
kerumitan dan dilema kehidupan,
Semoga takdir menuntun
langkahku tanpa menoreh luka.




0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Anda Berkomentar, Namun Tetap Jaga Kesopanan dengan Tidak Melakukan Komentar Spam... My Diary Sangat Menyanjung Persahabatan dan Cinta.... Salam Untuk Semua Sahabat My Diary.